Tourism 2.0 : Siapakah Duta Wisata (Online) Kita?

Siapakah Putri Indonesia 2009? Belum tahu? Silahkan gunakan Google jika Anda lupa atau belum mengetahuinya.

Di Indonesia, selalu ada pemilihan Putra dan Putri tertentu di setiap tahunnya. Tidak hanya di level nasional seperti gelaran Putri Indonesia, tapi di level regional (provinsi) dan lokal (kabupaten/kota) pun kegiatan ini juga hampir selalu dilakukan. Sebut saja Jakarta sang metropolis, ada Abang - None Jakarta disana. Sementara itu, di kota kecil perkasa seperti Lamongan, ada pula Yak Yuk Lamongan. Semuanya memiliki benang merah, yaitu sebagai duta bagi daerah yang diwakilinya. Termasuk didalamnya adalah wisata.

Lalu, bagaimana dengan di dunia online?

Tahun lalu, 2008, saya sedikit berbangga ketika tahun itu dinobatkan sebagai Tahun Kunjungan Wisata Indonesia (Visit Indonesia Year). Sejauh saya memantau, banyak kegiatan pendukung yang dipersiapkan oleh pemerintah guna mensukseskan program tersebut. Apalagi, saat itu juga didukung dengan peluncuran situs wisata yang diharapkan sebagai salah satu gerbang informasi wisata Indonesia. Dan meski (sedikit banyak) menuai “kritik” saat itu, saya melihat situs ini bisa dibilang memberikan kontribusi terhadap perkembangan wisata di negeri ini. Seberapa besar kontribusinya, saya tidak tahu pasti. Bagi yang tahu informasinya, silahkan berbagi disini…

Sekarang, disaat era komunikasi sudah banyak berubah dari vertikal ke horisontal, pola, karakter dan gaya berwisata orang pun berubah. Lihat saja perkembangan dunia social media yang sangat pesat dalam beberapa waktu terakhir ini. Meningkatnya jumlah blog dalam beberapa waktu terakhir ini adalah salah satu bukti. Komunikasi 2 arah yang terjadi di blog adalah satu hal dimana blogger pun bisa menjadi sumber informasi dan sekaligus referensi.

Di ranah online yang lain, tumbuh pesatnya pengguna jaringan sosial seperti Facebook juga tidak bisa diabaikan. Para pengguna Facebook pun berkomunikasi satu sama lain. Mulai dari aktivitas yang mereka lakukan, sampai dengan beberapa pernik aktivitas yang lain seperti wisata. O iya, jangan lupakan juga para pencari dan pengabadi momen seperti photoblogger dan fotografer yang juga tidak mau ketinggalan dengan rekan-rekannya. Dan seperti para blogger, mereka semua inipun kadang beraksi sebagai penyebar informasi dan sekaligus referensi.

Nah, jika sudah begini, siapakah duta wisata di era social media ini? Mari berbagi…

2 Comment(s)

  1. waduh… kalo di tempatku misuh itu ya orang yang nggak punya aturan, cak!! tapi kalo itu sebagai therapi yo monggolah (misalnya meluapkan emosi biar nggak stress)

    mase solo | May 20, 2009 | Reply

  2. maap.. salah masuk coment.

    mase solo | May 20, 2009 | Reply

Post a Comment